Dengan qudrat-Nya Allah SWT menciptakan segala sesuatu didunia ini, tetapi Allah SWT memperlihatkan kepada kita seolah-olah makhluk yang membuatnya. Padahal Allah SWT menciptakan alam semesta ini dan seluruh isinya hanya dengan kun fayakun, tanpa bantuan sedikitpun dari makhuk-Nya. Makhluk hidup yang diciptakan oleh Allah SWT sekitar 18.000 jenis, sedang makhluk yang bernama manusia saat ini berjumlah kurang lebih enam milyar. Dibandingkan dengan jumlah jenis burung masih dua kali lebih banyak jumlah manusia, jumlah manusia ditambah dengan jumlah burung masih lebih banyak jumlah ikan.
Allah SWT menciptakan ruang, dimensi dan waktu. Namun Allah SWT tidak bisa diukur dengan ruang, dimensi, dan waktu. Allah SWT mampu membuat satu hari di akhirat sama dengan seribu tahun di dunia. Allah SWT mampu membuat ribuan tahun di alam akubur, tapi bagi orang - orang beriman waktu itu hanya sekejap, seperti tidurnya seorang pengantin. Allah SWT Maha Tinggi tapi tidak bisa diukur dengan ketinggian, Maha Besar tapi tidak bisa diukur dengan panjang kali lebar. Allah SWT tidak bisa diukur dengan volume atau massa jenis. Langit dan bumi tidak mampu menampung Dzat-Nya, jika Dia menampakkan pada sebuah gunung, maka hancurlah gunung itu. Hanya pada hati orang yang beriman yang mampu menampung Dzat-Nya, tajalli kepada Allah SWT.
Hanya Allah SWT yang mengetahui berapa banyak jumlah tetesan air hujan yang jatuh ke bumi dan jumlah butir - butir pasir di lautan. Hanya Allah SWT yang mengetahui berat sebuah gunung, dan besarnya gunung itu tidak dapat menghalangi pandangan-Nya.
Secerdas apapun manusia, apakah dia seorang Einsten atau Isaac Newton, mereka hanya bisa meneliti apa yang nampak dari makhlukn cipataan-Nya. Mereka yang katanya cendekiawan dan ilmuwan itu ternyata hanya mengenal makhluk semata, tak pernah mengenal siapa yang menciptakan makhluk itu. Sebagaimana orang-orang kafir mempertuhankan sesuatu yang bisa diraba, dilihat atau dibentuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar